Beberapa hari yang lalu dapet dua berita tentang kebijakan
pendidikan tinggi di Indonesia, yang menurut gue dua-duanya agak ‘nyeleneh’
buat diterapin.
Pertama, “Kuliah Sarjana Paling Lama 5 Tahun” (http://www.jpnn.com/read/2014/08/14/251664/Kuliah-Sarjana-Paling-Lama-5-Tahun-
)
Entah apa yang terbesit di benak si pembuat kebijakan waktu
bikin kebijakan baru ini, mungkin aja beliau-beliau sama sekali ga menikmati
masa-masa kuliah S1-nya dulu. Oke, terlepas dari apapun alasan pemerintah
ngebuat kebijakan itu (mulai dari ketimpangan kurikulum sampai alasan
biaya) menurut gue kebijakan baru ini
nantinya cuma akan menambah jumlah lulusan S1 asal-asalan (asal cepet lulus,
asal dapet kerja).
Padahal seharusnya Universitas berfungsi bukan hanya sebagai
penghasil kelas pekerja, dengan kebijakan baru itu mahasiswa mau ga mau dipaksa
mempercepat studinya dikampus, yang berarti harus mengurangi bahkan meniadakan
kegiatan lain semisal kegiatan non-akademis mereka di kampus. Berkurangnya
kegiatan mahasiswa diluar kelas tentu akan berdampak pada menurunnya kualitas
lulusan-lulusan Universitas, mereka jadi ga punya kesempatan banyak untuk
mengeksplor kemampuan non-akademis mereka diluar kelas karena harus dikejar
oleh tuntutan lulus kuliah yang semakin cepat. Padahal, sekali lagi, kemampuan
non-akademis mahasiswa seperti kemampuan ber-organisasi maupun kepemimpinan,
sama pentingnya dengan kemampuan akademis yang mereka dapat di kelas.
Selain itu, mayoritas mahasiswa di Indonesia masih ‘job
oriented’ pasca lulus dari kampus. Padahal sebenernya lulusan Universitas
diharapkan bisa lebih dari sekedar dapet kerjaan pasca lulus dari kampus.
Disaat di negara-negara maju lain mahasiswanya berlomba-lomba ngelanjutin
pendidikan yang lebih tinggi pasca lulus S-1, disini justru mahasiswanya
berlomba-lomba datengin ‘job fair’ buat ngelamar kerja. Ga salah juga sih
emang, ya tuntutan ekonomi juga mungkin jadi salah satu penyebab mayoritas
mahasiswa di Indonesia masih ‘job oriented’ pasca kampus.
Tapi mau sampe kapan
kayak gini terus? Ga bakal maju Indonesia kalau mahasiswanya abis lulus cuma mikirin
kerja, apalagi yang lebih miris abis lulus cuma mikirin kawin.
"Buka mata gais, potensi kalian itu lebih dari sekedar menjadi 'kelas pekerja' "
Gue yakin mungkin akan banyak yang kontra sama tulisan gue
yang ini, tapi gue lebih yakin Indonesia bakal gini-gini aja kalo generasi
mudanya (yang beruntung bisa nyicipin bangku kuliah) cuma bisa menghamba (di
perusahaan-perusahaan asing) tanpa pernah bahkan untuk sekedar berpikir berbuat
lebih buat bangsanya.
Buka mata gais, potensi kalian itu lebih dari sekedar
menjadi 'kelas pekerja'
Tadinya mau ngelanjutin nulis komentar tentang berita satu
lagi (http://ekspresnews.com/masa-kuliah-s2-bakal-menjadi-4-tahun/
), tapi kayaknya udah kepanjangan jadi lanjut postingan selanjutnya aja kali
ya-