" Ya Tuhan, lancarkanlah
kegiatanku hari ini, semoga hari ini berkah untukku…” -@AnakSoleh2013-
“Alhamdulillah sudah
20 Juz, ayo semangat 10 Juz lagi..” -@AnakSolehah2013-
Sepenggal doa dan kalimat syukur diatas mungkin sering kita
lihat di Timeline jejaring social kita. Ya gak ada yang salah memang dengan
berdoa dan bersyukur, tapi apa semua itu harus kita umbar di jejaring social?
Hmmm mungkin beberapa orang berdalih kalo ungkapan rasa syukur
dan doa mereka di jejaring social itu sebagai penyemangat dan motivasi untuk
para followers-followersnya agar lebih giat melakukan kebaikan.
Tapi sadarkah
kalian kalo sebenarnya dibalik kalimat doa dan syukur kalian itu terselip
sedikit keriyaan hati dan rasa ingin dipuji?
“Ah enggak kok, doa
kita kan buat nyemangatin yang lain juga, siapa tau kan banyak yang Amin-in
trus jd cepet diijabah..”
Coba deh tanya ke dalam hati apa bener niatnya emang gitu?
Walaupun sedikit pasti ada deh rasa ingin dipuji atau seenggaknya pengen
orang-orang tau “eh gue abis ibadah ini
lho”. Nah ini dia yang gak boleh, jangan sampai doa-doa dan ucapan syukur
kita dirusak sama hal kecil yang ga kita sadarin itu.
Bukankah lebih baik doa itu keluar dari hati yang tulus
tanpa mengharapkan imbalan apapun apalagi pengakuan dari manusia.
Tanpa diumbar melalui status facebook ataupun twitter Tuhan
pasti mendengar doa kalian kok, karena sesungguhnya Dia itu Maha Melihat
lagi Maha Mendengar :)
So mulai sekarang masih mau berdoa di social media?