Kamis, 08 Agustus 2013

Posted by Unknown | File under : ,

" Ya Tuhan, lancarkanlah kegiatanku hari ini, semoga hari ini berkah untukku…” -@AnakSoleh2013-

“Alhamdulillah sudah 20 Juz, ayo semangat 10 Juz lagi..” -@AnakSolehah2013-

Sepenggal doa dan kalimat syukur diatas mungkin sering kita lihat di Timeline jejaring social kita. Ya gak ada yang salah memang dengan berdoa dan bersyukur, tapi apa semua itu harus kita umbar di jejaring social?

Hmmm mungkin beberapa orang berdalih kalo ungkapan rasa syukur dan doa mereka di jejaring social itu sebagai penyemangat dan motivasi untuk para followers-followersnya agar lebih giat melakukan kebaikan. 

Tapi sadarkah kalian kalo sebenarnya dibalik kalimat doa dan syukur kalian itu terselip sedikit keriyaan hati dan rasa ingin dipuji?

Ah enggak kok, doa kita kan buat nyemangatin yang lain juga, siapa tau kan banyak yang Amin-in trus jd cepet diijabah..”

Coba deh tanya ke dalam hati apa bener niatnya emang gitu? Walaupun sedikit pasti ada deh rasa ingin dipuji atau seenggaknya pengen orang-orang tau “eh gue abis ibadah ini lho”. Nah ini dia yang gak boleh, jangan sampai doa-doa dan ucapan syukur kita dirusak sama hal kecil yang ga kita sadarin itu.

Bukankah lebih baik doa itu keluar dari hati yang tulus tanpa mengharapkan imbalan apapun apalagi pengakuan dari manusia.

Tanpa diumbar melalui status facebook ataupun twitter Tuhan pasti mendengar doa kalian kok, karena sesungguhnya Dia itu Maha Melihat lagi  Maha Mendengar :)

So mulai sekarang masih mau berdoa di social media?


Rabu, 03 Juli 2013

Posted by Unknown | File under : ,

Jangan melakukan sesuatu setengah-setengah, kurang lebih mungkin begitu maksud kalimat diatas.
Sesuatu yang dikerjain setengah-setengah hasilnya ya pasti setengah-setengah juga, jelek enggak bagus apalagi. Trus gimana dong supaya ga setengah-setengah?

Ya harus total dong masbroh! Total ngejalaninnya, total persiapannya supaya dapet hasil yang total juga.Udah banyak kok buktinya kalo totalitas kita dalam ngerjain suatu pekerjaan pasti berpengaruh sama hasil yang bakal kita dapet. 
Coba deh liat orang-orang sukses di sekitar kita, tanya sama mereka berapa persen dedikasi mereka buat pekerjaan yang mereka lakuin. Kalojawabannya gak seratus persen mungkin situ salah nanya orang deh hahaa :D.

Serius deh, di dunia digital aja cuma ada 1 atau 0 gak ada tuh ½, ¼ ,atau seper-seperl ainnya. Makanya dari sekarang kalo mau dapet hasil yang maksimal coba deh dimaksimalin juga usahanya jangan setengah-setengah, jangan males-malesan apalagi ogah-ogahan. 
Mending enggak sekalian daripada  iya tapi setengah-setengah.

Terakhir ni mengutip kata bijak lagi: “Dunia itu gak akan pernah mengingat yang kedua, ketiga, dst. Dunia cuma akan mengingat yang pertama dan terakhir. Pilihannya tinggal di tangan kalian mau jadi yang pertama atau yang terakhir? “


So mulai sekarang “Do or Do Not, There’s No Try”

Minggu, 05 Mei 2013

Posted by Unknown | File under :

Tulisan ini merupakan tulisan lanjutan dari posting sebelumnya, jadi ceritanya mau ngebahas apa sih pentingnya mental di suatu tim dan apa pengaruhnya buat tim tersebut.

Seperti yang udah dibahas sebelumnya salah satu masalah PHUI di kejurnas kemarin itu adalah lemahnya mental tim, sebagai contoh tim putra yang udah 2 kali unggul duluan dari lawannya justru harus dipaksa takluk di akhir laga, kenapa? Karena mental timnya belum siap buat mempertahanin keunggulan yang udah dibuat, alhasil tim jadi sedikit ‘jumawa’ dengan keunggulan tersebut dan pada akhirrnya ga bisa mempertahankan bahkan justru berbalik tertinggal. 
Kalo kasus untuk tim putri mungkin bisa dibilang lebih serius, bayangin aja di tengah pertandingan beberapa pemain tim putri sampe nangis di lapangan. Ini udah pasti banget menandakan ada yang salah sama mental bertanding tim ini.

Terus gimana dong ngatasinnya? Pasti ada yang salah di tim ini, mungkin treatment yang diberikan terlalu ‘memanjakan’ tim sehingga mental bertandingnya gak kebentuk. 
Kegagalan membentuk mental bertanding sebuah tim bisa jadi kegagalan membentuk juara, karena juara pasti juga punya mental bertanding yang juara juga, gak lemah, gak lembek, dan gak gampang jumawa.



Ya membentuk mental sebuah tim memang gak mudah, butuh waktu pastinya tapi gue yakin dengan treatment yang bener tim ini pasti bisa punya mental bertanding yang juara kok. Pasti!!
#GFWUI
Posted by Unknown | File under :
Heloow baru balik nge-blog lagi nih setelah disibukkan dengan berbagai macam kejuaraan,, hohooo yap PHUI baru aja selesai ikutan Kejuaraan Hoki Ruangan Mahasiswa Nasional ke-8 atau biasa disebut KHRMN VIII 2013. Di kejuaraan ini PHUI belum bisa bawa pulang hasil maksimal terutama buat tim putri nih, dari 3 pertandingan tim putri belum bisa dapet poin satupun (tetep semangat tim putri!!). 
Kalo buat tim putra Alhamdulillah dari 4 pertandingan masih bisa menang lawan Upancas dengan skor 3-1 sisanya kita harus dipaksa bertekuk lutut dari tim-tim kuat semisal UNJ, UNY dan STEI.

Di kejuaraan kali ini materi pemain yang dikirim PHUI untuk tim putra terbilang cukup solid dan berisi pemain-pemain yang terakhir ikut ke IHRPT ITB Bandung, walaupun dengan skuat yang terbilang baru tim putra terbukti mampu menampilkan permainan yang apik di tiap pertandingan bahkan di pertandingan terakhir melawan UNY kita bisa membuat UNY kewalahan meladeni serangan PHUI sebelum akhirnya kita menyerah 1-3 dari mereka. 
Sedangkan untuk tim putri masalah utama di kejurnas kali ini adalah absennya beberapa pemain kunci dan minimnya kehadiran tim putri sendiri di tiap pertandingan, dari 3 laga yang dilakoni tim putri ketiganya hanya dihadiri oleh 7 orang pemain dari 9 orang pemain yang didaftarkan di kejurnas ini. 
Minimnya jumlah pemain tersebut membuat tim putri kewalahan menjalani setiap pertandingan termasuk dalam hal fisik dan stamina karena praktis hanya 2 orang yang siap menjadi pemain pengganti di bench.





Terlepas dari hal hal tersebut salah satu masalah di tim putra dan putri yang harus banget disoroti adalah masalah mental tim. Tim putra udah 2 pertandingan berhasil mimpin gol duluan tapi justru di pertengahan babak malah berbalik kalah, untuk kasus tim putri bahkan cenderung lebih parah, tim putri seperti kehilangan sosok seorang pemimpin di lapangan dan efeknya pasti tim ini jadi gak punya mental bertanding yang bagus apalagi buat melawan tim tim kuat alhasil di salah satu pertandingan kemarin tim putri banyak yang sampe nangis di lapangan.



Sebenernya ada apa sih sama mental tim PHUI? Seberapa besar pengaruh mental pada keberhasilan sebuah tim? Penasaran?! Tunggu di post selanjutnya! Hahaa
#GFWUI

Rabu, 10 April 2013

Posted by Unknown |

Salah satu tugas seorang pemimpin memang membuat keputusan, tapi pemimpin itu baru diuji ketika ia harus mengambil keputusan yang sulit dan sama sekali tidak popular.
Bagaimana pemimpin itu mengambil resiko dari keputusan yang akan ia ambil, bagaimana ia memilah dan mengesampingkan berbagai kepentingan di setiap keputusan yang ia ambil, tentu bukan hal yang mudah.


Sebagai contoh, bagaimana beratnya seorang presiden harus mengambil keputusan untuk menaikkan harga BBM. Di satu sisi presiden harus menyelamatkan anggaran negara dengan mengurangi beban dari subsidi bahan bakar, tapi di sisi lain ia harus memikirkan nasib rakyat kecil yang hidupnya sangat bergantung dari subsidi bahan bakar. 
Pilihan yang sulit tentunya, tapi disitulah letak pengorbanan seorang pemimpin, dari situlah pemimpin diuji apa ia rela mengorbankan pencitraan dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kapabilitas kepemimpinannya demi keputusan yang dampaknya belum akan terlihat dalam jangka pendek.

Jika ia berani mengambil keputusan yang tidak popular itu tentu efek paling cepatnya adalah menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kapabilitas kepemimpinannya, hal tersebut mungkin wajar karena pada dasarnya masyarakat tidak melihat point of view masalah tersebut dari sisi si pemimpin,  bisa jadi masyarakat hanya melihat masalah tersebut secara parsial tanpa menghubungkan dengan masalah lain yang tentunya akan menimbulkan banyak pertimbangan-pertimbangan lain. 
Inilah yang seharusnya dilakukan oleh pemimpin, mengkaji suatu problem secara komperhensif dan menghubungkan dengan masalah masalah lain yang berkaitan sebelum mengambil sebuah keputusan. So, keputusan yang sulit dan tidak popular kadangkala memang perlu diambil oleh seorang pemimpin.






-apa yang gue tulis diatas bukan cuma terjadi pada pemimpin pemimpin tingkat atas kayak presiden, dll tapi pasti terjadi di semua organisasi atau lembaga termasuk yang sedang gue jalanin,,hmmm sulit memang-