Salah satu tugas seorang pemimpin memang membuat keputusan,
tapi pemimpin itu baru diuji ketika ia harus mengambil keputusan yang sulit dan
sama sekali tidak popular.
Bagaimana pemimpin itu mengambil resiko dari keputusan yang
akan ia ambil, bagaimana ia memilah dan mengesampingkan berbagai kepentingan di
setiap keputusan yang ia ambil, tentu bukan hal yang mudah.
Sebagai contoh, bagaimana beratnya seorang presiden harus
mengambil keputusan untuk menaikkan harga BBM. Di satu sisi presiden harus
menyelamatkan anggaran negara dengan mengurangi beban dari subsidi bahan bakar,
tapi di sisi lain ia harus memikirkan nasib rakyat kecil yang hidupnya sangat
bergantung dari subsidi bahan bakar.
Pilihan yang sulit tentunya, tapi
disitulah letak pengorbanan seorang pemimpin, dari situlah pemimpin diuji apa
ia rela mengorbankan pencitraan dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap
kapabilitas kepemimpinannya demi keputusan yang dampaknya belum akan terlihat
dalam jangka pendek.
Jika ia berani mengambil keputusan yang tidak popular itu
tentu efek paling cepatnya adalah menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat
terhadap kapabilitas kepemimpinannya, hal tersebut mungkin wajar karena pada
dasarnya masyarakat tidak melihat point
of view masalah tersebut dari sisi si pemimpin, bisa jadi masyarakat hanya melihat masalah
tersebut secara parsial tanpa menghubungkan dengan masalah lain yang tentunya
akan menimbulkan banyak pertimbangan-pertimbangan lain.
Inilah yang seharusnya
dilakukan oleh pemimpin, mengkaji suatu problem secara komperhensif dan
menghubungkan dengan masalah masalah lain yang berkaitan sebelum mengambil
sebuah keputusan. So, keputusan yang sulit dan tidak popular kadangkala memang
perlu diambil oleh seorang pemimpin.
-apa yang gue tulis diatas bukan cuma terjadi pada pemimpin
pemimpin tingkat atas kayak presiden, dll tapi pasti terjadi di semua
organisasi atau lembaga termasuk yang sedang gue jalanin,,hmmm sulit memang-


0 komentar:
Posting Komentar